SofaVolta 96, 3 Maret 2026
Rilis Tiap Selasa | "Ketika kekuatan kasih sayang (power of love) ngalahin kegilaan akan kekuasaan (love of power), maka dunia akan mengenal perdamaian." (Jimi Hendrix, musisi Amerika)
Menu SofaVolta 96, 3 Maret 2026:
VOLTPERSONA: Tes Kepribadian Kubus, Non Ilmiah Tapi kok Akurat ya?
VOLTATEKNO: Tantangan Global Saat Ini: Polarisasi dan Perpecahan Sosial, Teknologi BCI dan Potensi Faedahnya di Masa Depan
VOLTAVARIA: Video ASMR Ala Ghibli, Tren Baru di YouTube?
VOLTABACA: Menyelami Kemewahan Paris Ala Marcel Proust di Maison Proust
VOLTASINEMA: “Vier Minus Drei”, “Bolshaya zemlya” (”Большая земля”)
VOLTAPERSONA
Tes Kepribadian Kubus, Non Ilmiah Tapi kok Akurat ya?
Gaess, udah pada tahu tentang The Cube Test atau Tes Kepribadian Kubus? Itu tu yang ada gambar kubus, kuda, tangga, bunga, dan awan badai.
Jadi ada gambar yang ada elemen-elemen itu, trus kita diminta milih salah satu dari beberapa options. Misal tentang kubus nih, segede apa kubusnya? Apakah besar, sedang, atau kecil? Option lain misal permukaannya mulus, kasar atau berduri?
Trus gambar kuda, gimana pendapatmu tentang kuda itu? Apakah sedang diem, lari, atau bermain? Varian pertanyaan lainnya tentang warna kuda yaitu cokelat, hitam, atau putih?
The Cube Test ini bagian dari permainan pop-quiz Kokologi buatan Tadahiko Nagao dan Isamu Saito. Saito adalah psikolog dan profesor, pakar psikologi hubungan interpersonal yang nyiptain Kokologi. Nah Nagao tuh penulis dan pengembang konsep kreatif Kokologi yang emang pengin ngemas ilmu psikologi jadi sesuatu yang fun buat siapa aja.
Berdua mereka bikin buku berjudul “Kokology: The Game of Self-Discovery” yang terbit tahun 2000 lalu. Buku itu sukses besar, jadi best seller di Jepang, Amerika, dan negara-negara lain termasuk Indonesia.
Kokologi tuh pemahaman tentang “kokoro”, dalam Bahasa Jepang, yang artinya pikiran. Lebih lanjut dimaknai sebagai pemahaman terhadap kepribadian diri seseorang.
Kokologi punya pendekatan unik dalam konteks penemuan diri. Pas dimainin bareng orang lain bisa kasih insight menarik tentang diri kita yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
Nah The Cube Test tuh bagian dari buku itu gaess. Di situ pembaca diminta ngamatin pemandangan di sebuah gurun dimana ada elemen-elemen kubus, tangga, kuda, bunga, dan badai. Trus ada pertanyaan terkait masing-masing elemen.
Setiap item yang kita pilih adalah gambaran dari diri kita. Kubus tuh lambang dari ego dimana ukuran, letak, dan bahan dimaknai sebagai kepercayaan diri dan kepribadian. Tangga melambangkan teman dan keluarga dimana jarak tangga ke kubus tuh nunjukin seberapa dekat hubungan pembaca dengan orang lain seperti keluarga atau circle.
Kuda melambangkan pasangan ideal atau bisa juga pandangan pembaca terhadap cinta. Lalu bunga melambangkan anak-anak atau rencana masa depan terkait keturunan. Sedangkan badai melambangkan masalah atau tantangan yang sedang dihadapi.
Seiring waktu, tes itu ada versi remix-nya. Cuman selalu based on “teori” awalnya Saito dan Nagao sih. Lebih tepatnya sih variasi interpretasi ya gaess. Sah-sah aja sih, toh Kokologi juga cuman permainan dan nggak ilmiah.
Tapi emang mesti diakuin tingkat akurasinya dalam menilai kepribadian kita cukup tinggi, bahkan lumayan akurat lho. Padahal sebenarnya ini nggak ilmiah lho gaess.
Meski cuma permainan, Saito nggak asal kasih makna dari setiap elemen. Sebagai seorang psikolog, pastinya dia punya sandaran ilmiah dari permainan buatannya, misalnya merujuk ke teori-teori Sigmund Freud atau mungkin Carl Jung.
Cobain deh tesnya, banyak kali di internet. Ada satu contoh berikut dari Instagram yang diadaptasi dari The Cube Test yang asli. Pilih aja sesuai instruksi, lalu baca maknanya di caption.
Bacaan bermanfaat:
VOLTATEKNO
Tantangan Global Saat Ini: Polarisasi dan Perpecahan Sosial
Gaess, ada riset terbaru yang dilakuin tim peneliti University of Melbourne Australia tentang polarisasi dan perpecahan sosial yang jadi tantangan negara-negara di dunia. Dua hal itu adalah gejala dari kekacauan sistemik dimana pendorong utamanya tuh ketidakpercayaan terhadap pemimpin dan tatanan sosial.
Tim peneliti menganalisis dataset dari 44 negara. Menurut temuan mereka, polarisasi dan partisan yang lebih kuat terjadi di negara-negara yang kondisinya nggak stabil, ketidaksetaraan ekonomi yang tinggi, ada tindak kekerasan, tata pemerintahan yang lemah, sampe lanskap media digital yang terkotak-kotak. Riset ini jadi semacam warning gaess, ngingetin jangan sampe kondisi negara jadi lebih buruk.
Nah kalo suatu negara nggak mau kayak gitu kayaknya mesti kerja keras merbaikin ketimpangan ekonomi dan kepercayaan publik untuk nyatuin masyarakat. Antara lain situasi negara distabilin kek, disetarain ekonominya, jangan sampe ada kekerasan, trus pemerintahnya mesti kuat dan bisa dipercaya, dan situasi media digitalnya dikondusifin.
Sumber info: Nature
Teknologi BCI dan Potensi Faedahnya di Masa Depan
Teknologi brain-computer interface (BCI) yang diperkuat AI bisa nerjemahin sinyal otak menjadi teks atau gambar. Ini jadi harapan baru buat pasien yang lumpuh seperti penderita ALS (penyakit neurodegeneratif amyotrophic lateral sclerosis) untuk bisa berkomunikasi lagi.
Teknologi non-invasif seperti fMRI dan EEG membuat AI bisa ngenalin aktivitas sinyal listrik di otak supaya bisa ngebaca pikiran dengan akurasi tinggi. Yang terbaru gaess, Laboratorium Wairagkar di University of California, Davis, Amerika, bikin sebuah terobosan penting di tahun 2025 lalu.
Tim penelitinya nunjukin bahwa BCI nggak cuma bisa menguraikan kata-kata, tetapi juga bagian-bagian ucapan non-verbal seperti intonasi, nada, kecepatan, dan ritme. BCI versi mereka bisa meniru cara manusia ngomong lengkap dengan nuansa suara itu tadi, jadi nggak cuma teks.
Riset bareng antara Google DeepMind dan ilmuwan Jepang milih pendekatan pake algoritma punya Google untuk mereproduksi audio dari hasil scan fMRI yang diambil pas seseorang ndengerin musik. Yu Takagi, ilmuwan Jepang yang jadi leader di riset ini kasih clue tentang potensi penerapan pendekatan ini di masa depan.
Antara lain bisa mereplikasi halusinasi pendengaran dan visual pasien psikiatri seperti penderita skizofrenia untuk lebih memahami kondisi mereka. Bahkan bisa dipake buat merekonstruksi mimpi gaess.
Sumber info: BBC
VOLTAVARIA
Video ASMR Ala Ghibli, Tren Baru di YouTube?
Gaess, sekarang ini mulai bertumbuhan video-video animasi ASMR ala anime Studio Ghibli di YouTube. Durasi videonya rata-rata singkat, lima menitan atau kurang. Tapi ada juga sih yang lebih panjang bahkan yang 30 menitan juga ada.
Cerita di videonya ada yang tentang perjalanan atau kehidupan sekeluarga naik mobil RV atau camper van, ada yang di dalem rumah, ada juga yang di rumah pohon. Terus ada scenes aktivitas mereka ngapain aja.
Scenes-nya nggak monoton, suka ada scene outdoor misal nglewatin hutan, pantai, hujan, genangan air, dan lain-lain. Tapi scenes paling menarik rasanya sih yang masak-masak dan makan-makan gaess.
Scenes semacem itu suka ada kan di film-film buatan Ghibli seperti “Spirited Aways”, “My Neighbor Totoro”, dan “Howl’s Moving Castle”. Seneng aja ngeliatin karakternya masak trus makan, kayak riil ASMR manusia aja. Gambar-gambarnya juga rapi banget, ngebawa jiwa film-film Ghibli.
Video kek gitu muncul hampir tiap hari. Bisa jadi dibuat pake AI biar cepet jadi buat ngegaet views dan subscribers. Cuma nggak ada info tentang proses bikinnya atau AI tools yang dipake. Entah sengaja di-disclose atau gimana.
Tapi terlepas dari video-video itu buatan AI atau bukan, tugas kita sebagai audiens cuma enjoy videonya aja, atau kasi like dan komen, dan juga subrek.
Ini salah satu contohnya gaess, dari channel Little Adventures Day.
VOLTABACA
Menyelami Kemewahan Paris Ala Marcel Proust di Maison Proust
Gaess, di Paris ada sebuah hotel mevvah yang punya fasilitas perpustakaan eksklusif, namanya hotel Maison Proust. Kalo kamu mikir tentang Marcel Proust, yess kamu nggak salah. Hotel ini emang dibangun untuk menghormati salah satu penulis besar Prancis abad ke-20 itu.
Fyi, Proust terkenal lewat mahakarya novel yang berjudul “À la recherche du temps perdu” atau Mencari waktu yang Hilang. Tebalnya nyaris 4000 halaman cuy. Meski tebel ya masih dibaca orang sampai sekarang.
Basically novel otobiografi itu nyeritain tentang perjalanan hidupnya. Tentang perjalanan nyari jati diri, tentang cinta dan kecemburuan, sampe kritik sosial pula. Pokoknya apa yang terlintas di kepalanya dan hal apa aja yang dia alamin selama kurun waktu 14 tahun antara tahun 1906 sampe 1922.
Hotel butik yang berlokasi di 26 Rue de Picardie itu bertema suasana Paris di era Belle Époque yang digambarin dengan detail oleh Proust di novelnya. Interior ruangan yang tirainya tebal, dinding wallpaper yang cakep, jendela yang separuh terbuka - jadi agak remang-remang, perabot luks, trus lukisan yang tersebar di dinding-dindingnya. Maksimalis abis deh pokoknya.
Termasuk perpustakaannya yang vibesnya mevvah banget! Bentuk ruangannya melingkar, termasuk rak bukunya juga dong. Plafonnya bentuk kubah, ada ornamen golden yang desainnya mewah yang mungkin terinspirasi desain Tiongkok imperial klasik. Fyi, semua desain interior hotel termasuk ruang perpustakaan ini dibuat oleh Jacque Garcia, desainer interior yang udah famous banget di dunia perhotelan dan resto di Prancis.
Buku-buku yang ada di perpustakaan ini lumayan banyak gaess, kira-kira dua ribuan buku. Rata-rata koleksinya buku-buku lama sih, tapi terpelihara dengan baik. Koleksinya fokus di topik sastra karya penulis yang sejaman sama Proust, juga ada buku-buku filsafat.
Pastinya buku-bukunya Proust ada di situ dong, termasuk jilid pertama “À la recherche du temps perdu” yang judulnya “Du Côté de Chez Swann” terbitan tahun 1914 yang ada tanda tangannya Proust. Juga ada surat asli tulisan tangan Proust.
Jadi gaess kalo ke Paris, coba deh datengin perpustakaan Maison Proust buat menikmati surga buku dan kemewahan Paris era Belle Époque ala Proust. Syaratnya cuma stay di hotel itu, atau kalo nggak ya datengin Book Bar nya tapi mesti reservasi dulu.
Referensi: Lampoon, Maison Proust
VOLTASINEMA
“Vier Minus Drei”
Sutradara: Adrian Goiginger | Pemeran: Valerie Pachner, Robert Stadlober, Jonas Recklie | Produksi: 2010 Entertainment, Giganten Film | Tahun: 2026 | Negara: Austria, Jerman | Bahasa: Jerman | Genre: drama | Durasi: 121 menit
Ini cerita tentang Barbara, seorang badut profesional yang jalan hidupnya berat banget. Kecelakaan mobil merenggut orang-orang tersayangnya sekaligus, yaitu suami dan dua anaknya.
Abis kejadian itu, Barbara ngerasa hidupnya hampa, suram, nggak tau apa yang harus dia lakuin. Pelan-pelan dia berusaha buat recover batinnya, nyoba keluar dari penjara keterpurukan meski dia tahu hidupnya nggak bakalan sama lagi...
Film ini dibuat based on novel otobiografi berjudul sama karya Barbara Pachl-Eberhart. Dia berbagi tentang keberanian ngebangun babak baru dalam hidup berbekal kekuatan dan keberanian yang tersisa.
“Bolshaya zemlya” (”Большая земля”)
Sutradara: Yuliya Trofimova | Pemeran: Artyom Bystrov, Evgeniya Dmitrieva, Platon Gerasimov | Produksi: Kinoprime, Star Media | Tahun: 2026 | Negara: Rusia | Bahasa: Rusia | Genre: drama | Durasi: 93 menit
Film tema kesepian lagi gaess, tapi yang ini ada bumbu konfliknya. Tentang Marfa yang milih pergi sama anak laki-lakinya setelah ngedapetin suaminya selengki. Jadi dia pulang ke rumah masa kecilnya di area mercusuar di sebuah pulau terpencil di Samudera Pasifik.
Pas di sana, Marfa ketemu sama saudara tiri laki-lakinya yang bernama Ilya. Seketika Marfa ngerasain trauma dobel kombo karena ternyata dia punya rahasia gelap sama Ilya. Udah gitu terlintas juga ingatan tentang ayahnya yang pecandu alkohol, bikin hatinya makin nyesek aja.
Ternyata suaminya nyusul ke situ dong, bikin situasi makin pelik gaess. Meanwhile, di laut deket situ muncuk seekor ikan paus misterius, bikin Marfa ngerasa kalo itu ada kaitannya dengan garis nasibnya...
Seluruh konten tulisan di nawala ini ditulis oleh Todd SofaVolta, penulis dan knowledge curator yang fokus di area self development dan personal growth.
Seluruh konten teks di nawala ini tidak di-generate oleh aplikasi AI manapun.
Dilarang menyalin atau mengambil konten nawala SofaVolta baik sebagian ataupun keseluruhan untuk keperluan apapun.
Sampaikan kritik dan saran membangun ke: surat.sofavolta@gmail.com atau DM ke akun X @sofavolta.
SofaVolta juga eksis di Medium, Bluesky, Thread, Instagram, dan channel Telegram Sofavolta.



