SofaVolta 93, 10 Februari 2026
Rilis tiap Selasa | "Kesederhanaan, kesabaran, dan empati tuh harta terbesar. Punya tiga karakter itu, seseorang bisa hidup bahagia." (Lao Tzu, filsuf Tiongkok Kuno dalam bukunya Tao Te Ching)
Menu SofaVolta 93, 10 Februari 2026:
VOLTAVARIA: Sadar Bencana Sedari Awal
VOLTATEKNO: Pekerjaan Apa sih yang Nggak Kedampak AI?, AI Buat Nyegah Kebakaran Hutan
VOLTAWISATA: Lift tapi Kereta, Kereta tapi Lift yang Cuma Eksis di Genoa, Italia
VOLTASINEMA: “दो दीवाने शहर में” (Do Deewane Seher Mein), “Meie Erika”
VOLTAVARIA
Sadar Bencana Sedari Awal
Gaess, beberapa minggu terakhir ini suka ada yang share postingan tentang Perang Dunia Ketiga yang bakalan terjadi dalam waktu dekat. Udah gitu ada juga yang nge-share tentang krisis global parah, bencana alam, listrik mati berhari-hari, internet shutdown, dan info-info yang fear mongering lainnya termasuk bakalan ada pandemi berikutnya yang lebih mematikan dari COVID-19.
Postingan seperti itu mungkin fake, tujuannya buat narik engagement. Tapi bisa jadi real cuman nggak tau disaster yang mana dan kapan bakal kejadian.
Keinget pas jaman COVID dulu nggak nyangka banget bisa sedahsyat itu kan? Even nakes sekalipun yang urusannya sama kesehatan banyak yang kena dan meninggal dunia. Nggak nyangka juga dampaknya nyampe ke level keluarga. Mungkin aja ada orang terdekat kita yang sekarang ini udah nggak ada di sekitar kita. Hiks...
Balik ke postingan-postingan tersebut, emang sih jangan sampe kita kemakan isu yang nggak jelas. Tapi rasanya kita perlu aware deh sama hal ginian. Jadi better nyiapin diri daripada nggak nyiapin apa-apa.
Tuh pemerintah Belanda aja udah ngebangun awareness buat setiap warganya buat nyiapin diri semisal terjadi bencana apapun. Ada himbauan harus gimana dan mesti nyiapin apa aja, seenggaknya sampe 72 jam setelah kejadian.
Ternyata nggak cuman pemerintah Belanda aja gaess, Jerman juga initiates hal yang sama, serta negara-negara Skandinavia. Uni Eropa juga ngasih directive ke negara-negara member-nya buat ngelakuin persiapan serupa buat warganya.
Tuh kan kayaknya bakalan ada something yang dampaknya gede cuman kita nggak tau apa. Nggak ada salahnya kita bersiap diri, tapi kekuatirannya keknya nggak usah jauh-jauh.
Inget gaess, negara kita tuh rawan bencana alam banget nggak peduli kita hidup di kota atau desa, di tepi laut, tepi sungai, tepi sawah, di kaki bukit ataupun kaki gunung... Jadi mindset siap-siapnya itu aja dulu karena bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu.
Minimal nyiapin tas siaga bencana dan isinya. Ada banyak info yang bisa kamu ikutin buat nyiapin apa-apa yang perlu disiapin mulai dari sekarang. Beberapa item paling penting bisa kamu simak di Buku Saku Menhdapi Bencana dari BNPB ataupun BPBD misal Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana 2024 yang diterbitin BPBD Kalimantan Selatan. Lainnya bisa kamu googling sendiri atau nanya-nanya sama AI.
Jangan lupa berdoa supaya kita selalu dalam lindungan-Nya ya gaess. Doa membuat hati kita lebih tenang sambil tetep nyiapin semuanya.
VOLTATEKNO
Pekerjaan Apa sih yang Nggak Kedampak AI?
Gaess, penting nih buat yang udah kerja. Jadi tim peneliti King’s College London dan AI Objectives Institute ngadain penelitian tentang AI dan dampaknya terhadap pekerjaan. Mereka analyzed ratusan juta loker di 39 negara pas sebelum dan sesudah peluncuran ChatGPT di bulan November 2022.
Riset nunjukin kalo pekerjaan yang rentan kena otomatisasi AI seperti administrasi dasar atau entry data menurun rata-rata 6,1 persen. Tapi nggak gitu juga sih, karena AI bukan soal tentang pekerjaan apa yang bakal kedampak, tapi kerjaan/tugas-tugas mana aja yang kedampak.
Ketika AI bisa mengotomatisasi tugas-tugas yang sifatnya rutin dan nggak terlalu butuh skill tertentu, pekerjaan yang tersisa cenderung lebih terspesialisasi. Kalo lebih sedikit orang yang bisa ngerjain pekerjaan itu, upah jadi meningkat. Contoh, staf HR yang kerjaan administratifnya bisa diotomatisasi jadi bisa fokus ke kerjaan utama yaitu hubungan dengan karyawan dan pengambilan keputusan.
Tapi ketika AI bisa ngelakuin tugas-tugas yang lebih khusus dan butuh keahlian tinggi, upahnya malah menurun. Contoh posisi junior software engineer semisal kerjaannya bisa diotomatisasi sama AI.
Sumber info: TechXplore
AI Buat Nyegah Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan tuh kebakaran yang susah diprediksi. Awalnya mungkin titik api kecil yang susah dideteksi, tau-tau hutan udah kebakar aja.
Ada perusahaan Belanda yang punya teknologi berbasis AI yang bisa nyegah terjadinya karhutla. Perusahaan ini fokus ke area hutan yang dilewati jaringan listrik yang rentan kebakar. Semisal ada pohon yang tumbang dan kena kabel listrik, itu bisa jadi penyebab karhutla kan.
Nah, tim mereka ngumpulin data antara lain pake citra satelit resolusi tinggi. Lanjut bikin pemodelan komputer buat identifikasi ketinggian pohon, kondisi pohon, adanya semak belukar, dan lain-lain termasuk tingkat kelembabannya gimana.
Ada pula perusahaan Amerika yang ngerancang kamera canggih yang bisa scan area 360 derajat buat nyari anomali setiap hari selama 24 jam. Semisal terdeteksi titik api, sistem akan ngirim peringatan via SMS dan email.
Sumber info: Scientific American
VOLTAWISATA
Lift tapi Kereta, Kereta tapi Lift yang Cuma Eksis di Genoa, Italia
Pernah suatu malam minSof mimpi tentang lift atau elevator yang selain bisa ke atas juga bisa jalan pake rel kayak kereta gitu. Namanya mimpi kan suka aneh-aneh kan, apalagi kalo pas demam tambah aneh lagi tuh mimpinya. Bener nggak gaess?
Eh ternyata lift kek gitu beneran ada dongg. Lokasinya di Italia, tepatnya di kota Genoa. Nama lift-nya adalah Ascensore Castello d’Albertis-Montegalletto.
Panjang beut namanya yak. Itu karena layanannya ngoneksiin jalan atau Via Balbi di distrik Montegalletto dan kastil Castello d’Albertis, yang sekarang dipake untuk Museum of World Cultures.
Kalo kata “ascensore” sendiri artinya lift. Tapi sebenarnya juga nggak seratus persen lift karena ada track horisontalnya. Jadi boleh disebut kereta juga sih. Udah gitu, titik berangkat dan tujuan disebut stasiun jadi boleh disebut kereta dong.
Layanan transportasi publik yang unik ini ada dua unit gaess, bolak-balik sepanjang hari mulai jam 6 pagi sampe tengah malem. Lama perjalanannya yaaa kira-kira lima menitan lah.
Kalo start dari Via Balbi, telusuri aja jalan itu sampai ketemu percabangan Via Balbi dan Via Arsenale di Terra. Trus cari deh gang buntu yang ada tulisan Hotel Vittoria. Di bawah tangga hotelnya kek ada gate gitu kan? Nah itu stasiun Piazza Principe, cuzz masuk aja ke situ.
Tiketnya 4 Euro atau kira-kira 80 ribuan rupiah gitu gaess. Belinya on the spot di mesin tiket otomatis di dalem stasiun. Bisa juga dibeli pake aplikasi AMT Genova tapi ada batesan waktunya.
Kalo urusan tiket lancar, tinggal nunggu lift atau keretanya gaess. Fyi, Via Balbi tuh letaknya di kaki tebing gitu. Keretanya akan jalan pake rel horizontal di terowongan sepanjang 235 meter, trus naik vertikal kayak lift setinggi 72 meter. Wowww....
Pas nyampe nggak langsung ke kastilnya sih, tapi di stasiun Firenze di sebuah bangunan di percabangan jalan Corso de Virenze dan Corso Dogali. Kalo mau ke kastilnya, tinggal jalan kaki ke kanan sampe ketemu gerbangnya gaess.
VOLTASINEMA
“दो दीवाने शहर में” (Do Deewane Seher Mein)
Sutradara: Ravi Udyawar | Pemeran: Siddhant Chaturvedi, Mrunal Thakur, Ila Arun | Produksi: Zee Studios, Ravi Udyawr Films, Rancorp Media, Bhansali Productions | Tahun: 2026 | Negara: India | Bahasa: Hindi | Genre: drama, romansa | Durasi: 125 menit
Kalo diterjemahin, judul film ini “Dua Kekasih di Kota”. Ceritanya tentang pemuda-pemudi modern gen milenial introvert asal Mumbai bernama Shashank dan Roshni, yang sebenarnya udah saling seneng tapi hubungan mereka kek nggak jelas mau dibawa kemana.
Secara sosial ekonomi, Shashank dari keluarga biasa-biasa aja, nah Roshni dari keluarga kaya. Dari aspek personality, Shashank orangnya tenang sedangkan Roshni orangnya praktis.
Tapi meski beda dari banyak aspek, kalo keduanya sudah kena panah si Cupid nggak bakalan pisah. So, mereka sama-sama berusaha ngejalanin semuanya bareng-bareng, bertahan dari masalah, nyari harapan di tengah situasi apapun yang mereka hadapi. Semuanya demi kebahagiaan yang mereka impikan.
“Meie Erika”
Sutradara: German Golub | Pemeran: Karolin Jürise Rodion Kuzmin, Viktor Lanberg | Produksi: Filmivabrik, GESTA FILMS, HeaFilm | Tahun: 2026 | Negara: Estonia, Lithuania, Latvia | Bahasa: Estonia | Genre: drama, biopik, olahraga | Durasi: 125 menit
Film biopik tentang pasang surut kehidupan pembalap sepeda trek terkenal dari Estonia bernama Erika Salumäe. Juara Olimpiade Seoul 1988 itu ternyata pernah hidup nelangsa pas kecil gegara emaknya suka mabok. Bahkan pas di panti asuhan pun hidupnya penuh derita.
Trus dia lanjut tinggal sama nenek tirinya, tapi malah ngerasa stres sampai dia minggat. Suatu ketika pas remaja, dia mulai nekunin olahraga balap sepeda trek. Waktu itu cabor itu dominan atlet laki-laki, jadi Erika berusaha berlatih setekun mungkin dan achieve sebaik mungkin.
Waktu berjalan, dia menang di banyak kompetisi hingga akhirnya dapet medali emas Olimpiade. Sejak itu hidupnya berubah drastis, disanjung-sanjung sama orang-orang senegara. Publik ngubah dia jadi selebritas dan nganggep dia pahlawan.
Tapi tantangan hidupnya kek nggak pernah selesai. Cedera punggung yang dia alamin bikin dia harus dioperasi di Spanyol. Karena biayanya gede banget, terpaksa dia ngelelang medalinya…
Seluruh konten tulisan di nawala ini ditulis oleh Todd SofaVolta, penulis dan knowledge curator yang fokus di area self development dan personal growth.
Seluruh konten teks di nawala ini tidak di-generate oleh aplikasi AI manapun.
Dilarang menyalin atau mengambil konten nawala SofaVolta baik sebagian ataupun keseluruhan untuk keperluan apapun.
Sampaikan kritik dan saran membangun ke: surat.sofavolta@gmail.com atau DM ke akun X @sofavolta.
SofaVolta juga eksis di Medium, Bluesky, Thread, Instagram, dan channel Telegram Sofavolta.



