SofaVolta 85, 16 Desember 2025
Rilis tiap Selasa | "Masa depan dimulai hari ini, bukan esok hari." (Paus Yohanes Paulus II)
Konten SofaVolta 85, 16 Desember 2025:
VOLTAKUBIKA: Atomic Habits x Aturan Dua Menit Biar Nggak Nanti-nanti Lagi
VOLTATEKNO: Ketika Mainan Robot AI Jadi Pengusir Sepi, AI dan Dunia Kerja di Masa Depan
VOLTAVILLA: Rumah Chic Dambaan Setiap Insan
VOLTABACA: Merah Menyala Oren Merona di Perpustakaan Parramatta, Australia
VOLTASINEMA: “Marty Supreme”, “The Great Flood” (대홍수)
VOLTAKUBIKA
Atomic Habits x Aturan Dua Menit Biar Nggak Nanti-nanti Lagi
Hayo siapa yang punya kebiasaaan suka nunda-nunda? Udah niat ngelakuin sesuatu eehh malah nanti-nanti mulu.
Gaess, kebiasaan suka nunda tuh nggak banget. Orang yang kebiasaan gini selalu ada alesan buat menunda sesuatu. Ada yang alesan masih sibuk sama kerjaan padahal sebenernya juga nggak sibuk-sibuk amat sih. Wkwkwk...
Sudah netapin rencana mau bebersih kamar kos, tapi maen game-nya sudah mayan jauh levelnya, nanggung buat di-pause. Alesan lain, capek pengin lanjut bobok dulu.
Sebenarnya kita cuman perlu sepercik semangat buat action, no nunda-nunda lagi. Caranya yaitu dengan nerapin “two-minute rule” atau aturan dua menit yang digagas oleh David Allen. Udah gitu digabungin sama konsep James Clear tentang kebiasaan menangani sesuatu hal dalam versi yang lebih kecil.
Siapakah mereka? Allen adalah productivity guru atau pakar produktivitas yang femes lewat bukunya “Getting Things Done” (2001). Clear adalah penulis buku best seller “Atomic Habit” (2018) yang best seller banget.
Allen adalah penggagas awal aturan dua menit buat ngelakuin kerjaan atau rencana. Sedangkan Clear bikin konsep atomic yang membagi suatu kerjaan/rencana jadi bagian-bagian lebih kecil.
Nah kalo dua gagasan gokil itu digabungin, woww dahsyat banget cuy. Kita bisa memecah kerjaan ataupun rencana kita jadi beberapa bagian dan segera action dalam waktu dua menit.
Sebagai contoh aja, misal kamu mau bikin kerjaan sampingan jualan es teh jumbo di CFD. Oke, that’s kinda a big plan yang mesti di-break down jadi lebih detail. Misal menghubungi contact person CFD buat tempat jualannya, desain booth-nya, ngeracik resep paling pas dan enak, beli pemanas air dan mesin sealer, packaging, nyari es batu delivery, dll.
Untuk tiap sub rencanamu, let’s pick menghubungi contact person CFD aja. Konsep atomic-nya misalnya nanya-nanya ke bagian keamanan pas CFD, hubungi tetangga yang lebih dulu jualan di situ, atau join grup medsos penjual CFD. Aturan dua menitnya milih hubungi tetangga supaya bisa lebih cepet aja dapet contact person-nya.
Untuk desain booth-nya, sub rencananya adalah riset desain, mendesain, riset jasa desain dan pembuatan booth/stand, dll. Konsep aturan dua menitnya adalah segera nyari inspirasi di Pinterest atau Instagram. Boleh nanya-nanya AI juga kok.
Trus dari situ bisa coret-coret sendiri gimana maunya kamu. Sudah oke, lanjut nyari-nyari jasa desain booth-nya sebisa mungkin sekitar domisili. Seenggaknya cari tiga penyedia jasa trus hubungi mereka buat nanya-nanya, pilih yang paling murah. Dan seterusnya ya gaess.
Jadi nggak perlu panjang menimbang-nimbang, nggak perlu banyak bicara banyak kata yang biasanya masih di awang-awang. Segerain aja action-nya pake konsep atomic dan aturan dua menit, niscaya kelar semuanyahh.
Bacaan bermanfaat:
VOLTATEKNO
Ketika Mainan Robot AI Jadi Pengusir Sepi
Gaess, mainan robot yang diperkuat AI kayaknya bakal jadi tren baru. Jaman sekarang orang-orang makin sibuk and nggak punya banyak waktu miara hewan kan... Jadi robot mainan AI yang interaktif kayaknya lebih make sense.
Karena diperkuat AI, robot mainan ini berpotensi jadi pengusir sepi di kehidupan sehari-hari. Bayangin punya robot mainan yang bisa jadi emotional support? Chat sama AI pake hape/laptop tentang a (bad) day in my life di hape/laptop aja udah bikin hati lebih tenang, gimana kalo chat sama robot AI?
Sumber: ChinaDaily
AI dan Dunia Kerja di Masa Depan
Gaess, ada info penting nih terkait AI. Baru-baru ini CEO Google Sundar Pichai diwawancarai sama BBC kan. Poin utama yang dia bilang adalah dampak transformasi AI buat dunia kerja yang meski ada otomasi di banyak hal, tapi di sisi lain juga nyiptain peluang baru.
Meski pemerintah tiap negara, lembaga pendidikan ataupun perusahaan berusaha ningkatin kualitas orang-orangnya, kuncinya tetep di individunya. Orang-orang yang optimis, adaptif, punya mindset positif, mau reskilling juga, adalah yang paling bisa mengadopsi AI di kehidupan sehari-hari.
Sumber info: OpenTools
VOLTAVILLA
Rumah Chic Dambaan Setiap Insan
Tiap orang punya rumah impian, tapi kalo rumahnya kayak gini auto mau donggg... Gimana nggak, bentukannya aja idaman banget. Dambaan setiap insan di muka Bumi yang belum punya rumah. Tapi kalo kayak gini, yang udah punya rumah juga pengin sih… Wkwkwk....
Desainnya nggak kayak rumah pada umumnya yang biasanya ada genteng dan dinding persegi gitu gaess. Lengkungan jadi daya tarik utama rumah ini, stylish and chic. Rumah dicat warna-warna pastel yang beda-beda tapi ya cocok-cocok aja gitu.
Rumah ini sering dikira kafe saking tampilannya yang ngafe banget. Wkwkwk... Baik eksterior dan interior didesain sedemikian rupa, jadilah semacem introvert sanctuary yang edgy abis. Siapapun bakal kerasan tinggal di rumah kayak gitu sih.
Halamannya luas banget donggg, nggak sekadar buat taneman tapi juga jadi tempat duduk-duduk outdoor. Area ini jadi alternatif tempat beraktivitas biar nggak bosen di dalem rumah mulu.
Betewe, interiornya banyak jendelanya. Selain biar lebih sehat karena banyak bukaan buat sirkulasi udara, juga hemat energi karena dapet cahaya alami sepanjang pagi sampe sore.
VOLTABACA
Merah Menyala Oren Merona di Perpustakaan Parramatta, Australia
Gaess, di kota Parramatta, New South Wales, Australia, ada perpustakaan yang berani tampil beda. Siapa aja pasti terpersona dengan ikon baru kota yang dominan warna merah dan oren itu. Baik eksterior dan interior perpustakaan ini cakep abis, didominasi warna merah dan oren.
Nama perpustakaan ini adalah City of Parramatta Library atau Perpustakaan Kota Parramatta. Lokasinya di 5 Parramatta Square, 1-3 Fitzwilliam Street, Parramatta, persis di samping Parramatta Town House.
Gedung perpustakaan kota ini termasuk brand new gaess, baru diresmiin tahun 2022 lalu. Bangunan perpustakaan sebelumnya ada di jalan 1 Civic Place yang ditempatin sejak tahun 1964.
Sebelum landjhut, sebenarnya bangunan itu nggak dikhususin buat perpustakaan aja. Jadi nama bangunannya adalah PHIVE, semacam cultural centre dan pusat aktivitas publik punya pemkot situ. Nah di dalamnya ada perpustakaan kota Parramatta yang ada di lantai satu dan dua gaess.
Bangunan PHIVE dirancang dengan konsep keberlanjutan, aksesibilitas, dan inklusivitas gitu gaess. Siapa aja oleh dateng ke sini, termasuk ke perpustakaannya dengan cuma-cuma.
Koleksi buku-bukunya lengkap, kira-kira ada 65 ribu buku di situ. Ya buku-buku umum/dewasa, juga buku anak-anak. Selain itu juga ada majalah, koran, audio books, DVD, dll. Area baca bukunya luas dan super nyaman.
Betewe, PHIVE sendiri nyediain fasilitas berfaedah buat publik. Dari website-nya, fasilitasnya antara lain ruang serba guna, galeri, kafe, ruang meeting, studio wellness, ruang kreatif, sampe ruang podcast ada juga dongg. Woww..
Allright, tentang warna bangunan, kenapa yach kok milih merah dan oren? Secara warna itu termasuk hora umum buat bangunan publik gitu kan? Warna merah kan maknanya berani, artinya berani tampil beda. Sedangkan oren maknanya...
Wait, apa ada kaitannya sama warna wortel kah? That’s make sense tho. Makan wortel bisa nyehatin mata, nah mata yang sehat bisa buat baca buku.
Ternyata nggak gitu ceritanya gaess. Menurut situs Amazing Library Design, pemilihan warna-warna itu terinspirasi dari flora lokal. Nah di area itu, flora lokalnya antara lain Waratah (Telopea speciosissima) dan Bottlebrush (Callistemon species). Warna bebatuan setempat bisa jadi menginspirasi bangunan perpustakaan ini, misalnya batu pasir Sydney atau Hawkesbury yang punya tone kuning pucat, keemasan, oren dan kemerahan gitu. Oalahhhh…
VOLTASINEMA
“Marty Supreme”
Sutradara: Josh Safdie | Pemeran: Timothée Chalamet, Gwyneth Paltrow, Odessa A’zion | Produksi: Central Pictures, A24 | Tahun: 2025 | Negara: Amerika Serikat | Bahasa: Indonesia | Genre: drama, olahraga | Durasi: 149 menit
Film gokil yang terinspirasi dari kehidupan mantan atlet tenis meja top Amerika, Marty Reisman. Kalo di film ini, karakternya bernama Marty Mauser. Meski diremehin banyak orang, dia punya bakat gede di tenis meja gaess.
Jadi dia punya mimpi jadi petenis meja profesional suatu hari nanti. Tapi dia mesti ngadepin begitu banyak tantangan buat mencapainya. Apalagi dia hidup di kota New York tahun 1950an dimana waktu itu juga lagi ada gejolak politik.
“The Great Flood” (대홍수)
Sutradara: Kim Byung-woo | Pemeran: Kim Da-mi, Park Hae-soo | Produksi: Hwansang Studios, Netflix | Tahun: 2025 | Negara: Korea Selatan | Bahasa: Korea | Genre: drama, scifi | Durasi: 106 menit
Film ini nyeritain tentang bencana mega tsunami super dahsyat yang terjadi karena asteroid yang jatuh. Bencana itu membuat kehidupan ibu-anak berubah drastis. Si ibu namanya An Na, kerja jadi peneliti AI, punya anak laki-laki yang masih kecil namanya Shin Ja-In.
Mereka tinggal di apartemen, tapi bencana itu memaksa mereka buat nyelametin diri. Lha gimana, banjirnya sampe nyaris nenggelamin gedung apartemen yang mereka tempati.
Suatu ketika ada seorang laki-laki yang njemput An Na demi sebuah misi misterius nyelametin umat manusia. Tapi di sisi lain, dia juga mesti nyelametin anaknya.
Seluruh konten tulisan di nawala ini ditulis oleh Todd SofaVolta, penulis dan knowledge curator yang fokus di area self development dan personal growth untuk membantu pembaca muda menemukan perspektif baru untuk bertumbuh dalam hidup dan karier.
Seluruh konten teks di nawala ini tidak di-generate oleh aplikasi AI manapun.
Dilarang menyalin atau mengambil konten nawala SofaVolta baik sebagian ataupun keseluruhan untuk keperluan apapun.
Sampaikan kritik dan saran membangun ke: surat.sofavolta@gmail.com atau DM ke akun X @sofavolta.
SofaVolta juga eksis di Medium, Bluesky, Thread, Instagram, dan channel Telegram Sofavolta.




