SofaVolta 83, 2 Desember 2025
Eksis tiap Selasa | Doa terbaik untuk para korban bencana alam, bagi yg berpulang mudah2an mendapat tempat terbaik di sisi-Nya; buat yg masih berjuang mudah2an diberi kekuatan, ketabahan & harapan.
Konten SofaVolta 83, 2 Desember 2025:
VOLTAFAKTA: Ternyata Ada Kesamaan Karakteristik antara Gajah dan Manusia
VOLTATEKNO: Malaysia dan Australia Kompak Ngelarang Medsos Buat Anak-anak, Yuks Rawat Kesehatan Mental Kita, Dimulai dengan Break dari Medsos selama Seminggu
VOLTAWISATA: Pesona Pulau Sapeken di Jawa Timur
VOLTABACA: Berburu Ilmu di Kampoeng Ilmu Surabaya
VOLTASINEMA: “Not Without Hope”, “Father Mother Sister Brother”
VOLTAFAKTA
Ternyata Ada Kesamaan Karakteristik antara Gajah dan Manusia
Gaess, tau hewan gajah kan? Buat yang belum tahu boleh googling atau sekalian aja mampir ke kebon binatang yak.. Wkwkwk... Kalo bingung, cari binatang yang badannya paling gede, telinganya juga yang paling jumbo. Cocokin sama foto ilustrasi di atas yach.
Nah, ada sejumlah pengamat bilang tentang kehidupan gajah. Ternyata ada beberapa kemiripan antara kehidupan gajah dengan manusia.
Pertama, usia gajah tuh bisa nyampe 50 sampai 70 tahun. Ini mirip sama manusia, kan? Makin tua usia gajah, mereka makin bijak. Sama kayak manusia juga kan?
Kedua, gajah selalu ingat. Pernah denger kan pernyataan itu? Itu memang fakta gaess. Hewan ini memang istimewa, kenangan masa kecilnya tuh bisa keinget terus sampe dia tua. Mirip sama manusia juga kan? Punya kenangan baik atau buruk di masa lalu yang ngebentuk dirinya pas dewasa.
Ketiga, gajah punya empati dan perasaan. Kirain binatang nggak punya perasaan apa-apa tapi ternyta gajah gitu gaess. Pengamat bilang kalo gajah bisa ngerasa sedih kalo ada anggota kawanannya yang mati. Rasa empatinya tuh kayak manusia yang juga ngerasa sedih ketika sodara ataupun temen deketnya meninggal dunia.
Keempat, gajah hidup berkelompok dimana mereka saling jaga dan melindungi. Sama kayak manusia hidup di area permukiman, kompleks, cluster, atau dimanapun mereka berada. Seharusnya manusia bisa mencontoh kehidupan gajah, saling menjaga dan melindungi dari ancaman dan saling ngedukung pula.
Kelima, gajah protektif banget sama anak-anaknya. Bayi gajah tuh sangat dilindungi sama ortunya dan keluarganya/sodara-sodaranya. Pas ada predator, gajah-gajah dewasa ikut ngelindungi gajah-gajah kecil.
Insting ini kayak manusia yang ngelindungin banget anak-anak mereka dari apa aja. Contoh, bayi diberi kasur dan selimut yang anget, kemana-mana digendong sama ortunya atau kalo nggak dinaikin stroller bayi yang nyaman, ngantuk dininaboboin, mam juga diperhatiin nutrisinya, dll. Sodara-sodara ortunya kadang juga ikut ngelindungi kan?
Keenam, di balik badannya yang gede, gajah punya kelembutan perilaku. Gajah kan hewan herbivora, jadi dia nggak membunuh dan memangsa hewan lain. Dia juga ngelidungi dan menolong hewan lain yang lebih kecil kecuali sama predatornya yah gaess.
Manusia pada dasarnya juga punya rasa kelembutan dan kasih sayang ke orang lain. Juga punya budaya tolong-menolong, ngerawat sesama (ada panti asuhan dan panti wreda kan?), dan nilai-nilai kemanusiaan untuk ngebangun kehidupan antar sesama yang lebih harmonis.
Bacaan bermanfaat:
Karakteristik Gajah: Keunikan, Habitat, Perilaku, dan Peran Ekologis
Mirip dengan Manusia, Gajah juga Memiliki Insting Keibuan yang Kuat Cek Faktanya Berikut ini
Temuan Mengejutkan: Gajah Ternyata Bisa “Berbicara” Lewat Gestur
Mirip dengan Manusia, Ternyata Gajah Menguburkan Anaknya yang Mati
VOLTATEKNO
Malaysia dan Australia Kompak Ngelarang Medsos Buat Anak-anak
Gaess, Malaysia dan Australia rencananya mau ngelarang pemakaian medsos buat anak-anak dan remaja di bawah 16 tahun mulai tahun 2026. Tujuannya buat ngelindungin mereka dari perundungan siber, kejahatan siber, scam, judol, pornografi, hingga kejahatan seksual.
Ini rencana keren sih, mengingat anak-anak dan remaja usia segitu secara mental belum kuat lahir batin buat ngadepin dunia medsos yang “ganas” kan? Salah satu aspek aja, cyberbullying lewat komentar-komentar netijen. Tau sendiri kan gimana pedesnya komentar mereka. Nggak cuma netijen Indo aja, komentar netijen luar juga nggak kalah pedes loh gaess.
Nah, cyberbullying tuh kejem banget, bisa ngubah kepribadian anak-anak atau remaja secara drastis. Misal nih seorang remaja stres gegara di-bully di medsos, trus males ke sekolah sehingga angka rapornya merah semua. Trus karena malu, bisa jadi mutusin buat hikikomori. Ngurung terus di kamarnya lama-lama depresi, sampai paling parah terbersit niat bundir.
Amit-amit, makanya Indonesia juga kayaknya perlu ngikutin gerakan ini deh. Youngsters are diamonds, mereka tuh masa depan negeri jadi mesti dilindungi. Selain Malaysia dan Australia, Norwegia dan Denmark sudah duluan netapin peraturan serupa dengan batasan usia minimal 15 tahun.
Sumber info: ABC News 1, ABC News 2
Yuks Rawat Kesehatan Mental Kita, Dimulai dengan Break dari Medsos selama Seminggu
Gaess, di era kekinian, barometer kesehatan mental ditentukan oleh aktivitas di medsos. Suka nggak suka begitulah kenyataannya.
Medsos bikin sebagian orang jadi FOMO akan sesuatu dan ada keinginan kuat pengin ngalamin juga. Pas FOMO jadi target capaian jangka pendek tapi ternyata fail, jadinya stres deh.
Ini belom kalo ada yang iri dengki yach, trus financial anxiety karena nggak punya cukup duit buat adjust life style-nya social influencers atau mungkin temen seangkatan atau temen travelling. Juga perbandingan sosial yang njadiin kehidupan seseorang sebagai tolok ukur buat dirinya.
Pernah denger cerita seseorang ngalamin impostor syndrome? Dia ngerasa ragu sama skill/kemampuannya yang bikin dia berpikir nggak bakalan bisa mencapai sesuatu. Apalagi setelah ngeliat pencapaian orang lain yang suka dijembreng di halaman profilnya. Padahal sebenarnya dia punya potensi gede buat ngecapai itu gaess.
Nah, tim Ilmuwan dari Boston, Amerika, dan Bath, Inggris, meneliti tentang social media detox dan kesehatan mental anak muda. Mereka ngamatin ativitas 373 orang muda usia 118-24 tahun maen medsos selama dua minggu. Hasil penelitian menemukan bahwa break dari medsos selama seminggu doang ternyata bisa ngurangin gejala kecemasan, depresi dan insomnia secara signifikan.
Sumber info: JAMA Network
VOLTAWISATA
Pesona Pulau Sapeken di Jawa Timur
Gaess, kalo kamu suka jalan-jalan ke pantai, ada pulau yang lumayan hype beberapa minggu ini yaitu Pulau Sapeken. Pulau kecil ini ada di sisi timur Kabupaten Sumenep di Jawa Timur.
Pantai pasir putihnya keren, ada pantai Bajo dan Saebus. Udah gitu lautnya biru jernih pula. Kulinernya nggak usah ditanya: seafood, seafood dan seafood. Wowww. Ya karena laut Sapeken tuh daerah penghasil ikan seperti ikan kerapu dan ikan layang, juga kepiting dan kerang.
Spot wisatanya nggak cuma maenin pasir laut atau berenang-renang di pantai gaess, tapi juga diving dan snorkeling. Macem di Bali dan Karimunjawa aja. Jadi kita bisa liat keindahan terumbu karang di lautan Sapeken yang katanya sih masih asri.
Betewe, meski masuk Kabupaten Sumenep, orang Sapeken nggak bisa Bahasa Madura gaess. Ini karena mereka adalah masyarakat suku Bajo yang udah lama banget hidup di pulau itu. Bahasa di situ umumnya Bahasa Bajau, Bahasa Mandar, dan Bahasa Bugis.
Menurut sejarah, mereka berasal dari Sulawesi Selatan. Tapi sebenarnya nenek moyang mereka berasal dari Filipina selatan gaess. Suatu hari, mereka terdampar di sebuah pulau selama seminggu atau sepekan. Sejak itu pulau itu dinamai pulau Sapeken, dan mereka tinggal di situ deh sampai turun-temurun.
Cuma ada satu cara ke pulau Sapeken yaitu naik kapal dari pelabuhan Kalianget. Bisa pakai kapal speedboat ataupun kapal motor. Kalo pakai speedboat, lama perjalanan kira-kira empat jam. Sedangkan kapal motor bisa lebih lama lagi gaess, kira-kira 12-14 jam.
Referensi: Suara Indonesia, Go Sumenep, Indonesiana
VOLTABACA
Berburu Ilmu di Kampoeng Ilmu Surabaya
Kota Surabaya di Jawa Timur nggak cuma dikenal sebagai kota pahlawan, tapi juga kota ilmu. Pasalnya di kota ini ada kampung yang namanya Kampoeng Ilmu. Kampung bukan sembarang kampung ini gaess karena isinya ilmu semua hehe...
Sorry not to make you confused. Jadi Kampoeng Ilmu tuh sebuah area dimana ada banyak toko buku di situ. Mirisp Palasari di Bandung atau Shopping Center di Jogjakarta gitu gaess.
Tadinya mereka jualan buku di sepanjang Jalan Semarang di sekitar stasiun kereta api Pasar Turi. Nah ketika ada penertiban pedagang kaki lima, ada kesepakatan antara Pemkot Surabaya dan pedagang membuka lokasi khusus buat mereka hingga ahirnya tahun Kampoeng Ilmu resmi dibuka tahun 2008.
Kebanyaan buku-buku yang dijual di situ buku seken, tapi buku baru juga ada sih cuman nggak banyak. Segala macem buku ada di sini. Ada buku cerita anak, novel, buku teks, buku pelajaran, hingga komik dan majalah. Harganya juga lumayan terjangkau.
Yang amazing, penjualnya tahu buku yang kita cari. Sebutin aja judulnya, mereka akan bantu carikan sampai ketemu. Padahal mereka nggak pakai sistem database loh gaess. Nah kalo mereka bilang nggak ada, artinya buku yang kita cari beneran nggak ada di situ gaess.
Referensi: detik.com, Radar Surabaya
VOLTASINEMA
“Not Without Hope”
Sutradara: Joe Carnahan | Pemeran: Zachary Levi, Josh Duhamel, JoBeth Williams | Produksi: Volition Media, K. Jam Media, Altit Media Group, Prix Productions, Latigo Films | Tahun: 2025 | Negara: Amerika Serikat, Malta | Bahasa: Inggris | Genre: drama, survival thriller | Durasi: 120 menit
Namanya hari apes nggak ada di kalender. Nah, plot film ini juga gitu gaess. Malahan ini berdasarkan pengalaman nyata yang ditulis Nick Schuyler dalam bukunya yang terbit tahun 2010.
Jadi ceritanya ada geng bapack-bapack muda yang sama-sama hobi mancing tiba-tiba kepikiran mancing ke Teluk Meksiko. Bayangin gaess, mancing - di - laut - lepas yang jauhnya kira-kira 70 mil dari bibir pantai. Siapa sih yang kasih ide? Hadeehhh..
Beneran, pas enak-enak mancing ternyata ada badai gede gaess. Kapal mereka sampai kebalik, bikin mereka terombang-ambing di lautan luas. Udah kehantam gelombang gede, terancam dehidrasi dan hipotermia, juga ancaman hiu-hiu yang berkeliaran nyari mangsa. Duuh serem kali..
Beruntung seorang penjaga pantai tau ada insiden itu. Dia pun gercep ngerahin tim buat evakuasi bapack-bapak malang itu. Apakah mereka semua selamat?
“Father Mother Sister Brother”
Sutradara: Jim Jarmusch | Pemeran: Tom Waits, Adam Driver, Cate Blanchett, Mayim Bialik | Produksi: Animal Kingdom, CG Cinéma, Cinema Inutile, MUBI | Tahun: 2025 | Negara: Amerika Serikat, Italia, Prancis, Irlandia, Jerman | Bahasa: Inggris, Prancis, Italia | Genre: drama, komedi | Durasi: 110 menit
Ni film terbagi jadi tiga bagian dengan cerita yang berbeda, latar tempatnya juga beda-beda. Meski ceritanya beda-beda, benang merahnya adalah rekoneksi hubungan antara para anggota keluarga.
Cerita pertama tentang hubungan bapak dan kedua anaknya yang udah dewasa, laki dan perempuan, latar tempatnya di Amrik. Kedua anaknya sepakat ketemuan sama si bapak. Mereka ngobrol kan, trus ternyata si butuh duit buat merbaiki rumahnya.
Cerita kedua mirip-mirip gitu, tentang hubungan ibu sama kedua anaknya yang sudah gede tapi perempuan semua. Kali ini latar tempatnya di Dublin, Irlandia. Ibu dan anak-anaknya sama-sama sukses dimana dua anaknya punya karakter yang beda banget. Satu anak karakternya tenang kayak ibunya, satunya bebas lepas rada liar gitu.
Cerita ketiga tentang hubungan saudara kembar laki dan perempuan dengan latar tempat di Paris, Prancis. Ortu mereka sudah nggak ada, jadi korban kecelakaan pesawat gaess. Keduanya sudah punya kehidupan sendiri-sendiri kan, terus janjian ndatengin apartemen ortu mereka yang kosong. Di situ mereka mulai ngegali memori masa lalu. Aaaa, mewek..
Seluruh konten tulisan di nawala ini ditulis oleh Todd SofaVolta, penulis dan knowledge curator yang fokus di area self development dan personal growth untuk membantu pembaca muda menemukan perspektif baru untuk bertumbuh dalam hidup dan karier.
Seluruh konten teks di nawala ini tidak di-generate oleh aplikasi AI manapun.
Dilarang menyalin atau mengambil konten nawala SofaVolta baik sebagian ataupun keseluruhan untuk keperluan apapun.
Sampaikan kritik dan saran membangun ke: surat.sofavolta@gmail.com atau DM ke akun X @sofavolta.
SofaVolta juga eksis di Medium, Bluesky, Thread, Instagram, dan channel Telegram Sofavolta.





