SofaVolta 81, 18 November 2025
Eksis tiap Selasa | "Sukses bukan kunci kebahagiaan. Kebahagiaanlah kunci kesuksesan. Kalo kamu seneng sama pekerjaanmu, kamu bakalan sukses." (Albert Schweitzer, penerima Nobel Perdamaian 1952)
Konten SofaVolta 81, 18 November 2025:
VOLTAKUBIKA: Bukan Kerjaan yang Bikin Capek, Melainkan Orang-orangnya
VOLTATEKNO: Ratusan Sukarelawan Bantu Neliti Sungai di Inggris yang Tercemar; Workslop, Bias Produktif di Tempat Kerja
VOLTABACA: Chillin’ Out Loud di Café Bibliotic Hello! Kyoto
VOLTASINEMA: “Meet, Greet & Bye”, “Hamnet”
VOLTAKUBIKA
Bukan Kerjaan yang Bikin Capek, Melainkan Orang-orangnya
Gaess, pernah denger kan curhatan semacam ini: “yang bikin capek di tempat kerja tuh bukan kerjaannya, tapi orang-orangnya.”
That’s so true. Kerjaan ya gitu-gitu aja kan, tapi masalah emang kadang dari orang-orang yang berkaitan sama pekerjaan itu. Bisa capek fisik, bisa juga capek batin. Misal aja nih ya, bos yang demanding, rekan kerja yang ruwet, staf lapangan yang ogah ngikutin SOP, banyak deh...
Bos yang demanding tuh ngefek ke mental banget. Sehari-hari bawaannya anxiety mulu, bikin nggak bisa fokus kerja. Paling males kalo disalah-salahin, ya nggak sih? Padahal udah berusaha bener ngerjainnya, tapi ya selalu ada yg salah.
Mending dikasi tau baek-baek, kadang ada bos yang kalo marah-marah semua makhluk sekebon binatang keluar semua. Dih, najis banget.
Rekan kerja iri dengki juga bikin capek. Apalagi kalo misal kita achieved, makin gede tuh iri dengkinya. Ada? Ada dong... Biasanya dia akan cerita yang jelek-jelek tentang diri kita ke staf lain atau bahkan ke bos. Cerita yang enggak-enggak tentang diri kita yang beginilah yang begitulah.
Contoh lain capek di tempat kerja karena orang-orangnya males matuhin SOP. Misal nih ada staf keuangan yang teledor sama dokumen kerjaannya. Jadi ada beberapa faktur pajak dari supplier nggak dia taruh di folder yang bener.
Pas audit internal, semua staf keuangan kelimpungan nyari tapi nggak ketemu. Alhasil, manajer kasih instruksi supaya minta copy ke supplier dimana itu nggak mudah. Ada yang bisa nyediain hari itu juga, ada yang janjiin besoknya, bahkan ada supplier yang ternyata dalam proses kepailitan dimana contact person-nya sudah nggak ada. Capek banget kan cuma gara-gara satu staf yang nggak care sama kerjaanya.
Contoh lain staf HSE yang capek gegara karyawan pabrik ogah pake hand gloves karena ngerasa nggak nyaman buat kerja. Berkali-kali diingetin sama supervisornya, dikasih teguran pula sama manajer HSE tapi dia selalu ogah pakai.
Dasar hari apes nggak ada di kalender, suatu hari pergelangan tangan kanannya robek parah kena material besi yang tajam. Pendarahan lumayan parah dong, makanya dia cepet-cepet dibawa ke RS buat penanganan lebih lanjut.
Bayangin, gegara satu orang karyawan yang nggak patuh sama SOP keselamatan kerja, proses produksi mesti dihentiin sementara. Supervisor capek, staf HSE capek, teman kerjanya capek.
Ada banyak kali cerita tentang ini. Sekiranya kamu ngalamin seperti itu, tetep semangat dan fokus sama kerjaan kamu, patuhi SOP, dan selalu berpikir positif.
VOLTATEKNO
Ratusan Sukarelawan Bantu Neliti Sungai di Inggris yang Tercemar
Ada yang menarik nih di Dorset, Inggris. Ratusan relawan ikut serta meneliti level pencemaran sungai di wilayah itu. Mereka bergabung dalam dua proyek warga yang bernama Riverfly dan Water Guardians.
Awalnya, organisasi lingkungan setempat Dorset Wildlife Trust kasih data kalau polusi sungai di situ asalnya dari sektor pertanian sebanyak 60 persen, sisanya dari deterjen rumah tangga, obat-obatan, sampe sampo pembasmi kutu buat anabul.
Warga memantau sungai, ngambil sampel air, bahkan ngamatin sejumlah spesies serangga air yang sensitif terhadap polusi. Data dan temuan mereka laporin ke badan lingkungan hidup dan PDAM setempat secara rutin.
Ini teladan yang cakep gaess. Karna banyak sungai-sungai di Indonesia yang tercemar kan? Nah, bisa tuh lembaga lingkungan ngajakin warga di tepian sungai buat ikut neliti. Kan hasil risetnya berfaedah buat mereka juga. Tapi mesti ati-ati juga karena sungai di sini kan jadi habitat buaya dan ular.
Sumber info: BBC
Workslop, Bias Produktif di Tempat Kerja
Gaess, kalo kamu kerja kantoran mungkin relate dengan isu workslop atau sampah/kotoran kerja. Apakah itu? Yaitu semua dokumen, email, ataupun slaid presentasi yang dibuat AI yang kontennya keliatan profesional tapi sebenarnya dangkal. Nggak ada data-data penting di situ, cuma-cuma kata-kata tanpa substansi dan makna.
Nah, riset Stanford Social Media Lab bilang kalo karyawan sering pake AI buat kerjaan sehari-hari. Dampaknya bisa nurunin produktivitas dan nambah-nambahin kerjaan di kemudian hari.
Ini kebiasaan staf yang mungkin kena deadline, mungkin kena pressure juga sehingga ngandalin AI buat ngerjain semuanya. Salahnya, mereka nggak filter dan asal copas aja tanpa, misal, kasih data-data penting, analisis, ataupun strategi tertentu. Jangan ya dek yaa...
Sumber info: cybernews
VOLTABACA
Chillin’ Out Loud di Café Bibliotic Hello! Kyoto
Gaess, kota Kyoto di Jepang tuh terkenal sebagai pusat budaya dan sejarah. Karena di kota itu ada begitu banyak bangunan dari masa lalu semisal kuil, kastil, istana, museum sampe rumah tradisional yang usianya ratusan tahun. Widii...
Nah, ada satu rumah tradisional atau machiya yang kini dijadiin kafe dan perpustakaan, namanya カフェ ビブリオティック ハロー! (Kafe biburiotikku harō!) atau Café Bibliotic Hello! Namanya ramah banget yach, seramah suasana di dalemnya gaess.. Lokasinya di distrik Nakagyo, salah satu distrik bersejarah di Kyoto.
Jadi ini adalah kafe yang ada library-nya gitu. Kita bisa menikmati aneka kopi, teh dan makanan endul sambil baca-baca buku gaess. Koleksi buku-bukunya kebanyakan bertema desain, arsitektur, dan fotografi yang tertata rapi di rak-rak buku di lantai satu dan dua.
Dari luar, bangunan dokusho cafe atau kafe buku ini emang kayak jadul gitu. Fyi, umur bangunannya udah 130an tahun lhoo. Kalo kafenya sendiri udah eksis kira-kira 20an tahun.
Di area depan kafe ada beberapa pohon pisang, makin nambah vibes jadulnya dongg. Nah, bagian dalemnya adalah mix antara bangunan jadul dan furnitur modern yang cozy abis. Interiornya juga dikasi sejumlah taneman yang bikin suasananya adem dan seger.
Siapapun boleh dateng ke kafe ini tiap hari mulai jam 11.30 pagi sampe 12 malem. Mau chillin’ sambil baca buku, janjian sama temen, WFC, ataupun nugas boleh-boleh aja.
Lokasi kafe buku ini di 650 Seimei-cho, Yanaginobanba-higashi-iru, Nijo-dori, Nakagyo-ku, Kyoto, Jepang. Lokasinya nagak begitu jauh dari stasiun kereta api Karasuma Oike.
Dari stasiun, keluar lewat Exit 1, trus jalan kaki ke arah timur di trotoar samping jalan arteri Oike-Dori. Setelah itu belok kiri ke jalan Yanaginobanba-dori, lalu jalan lurus aja ke arah utara sampe nemu perempatan jalan Yanaginobanba-dori dan jalan Nijo dori. Nah, dari situ belok kanan trus jalan dikit kira-kira 20 meter, lokasinya di kiri jalan ya gaess.
Di video dari channel Hinomaru Trip TV berikut ini, kamu bisa ikut ngerasain atmosfer Café Bibliotic Hello! di menit 4:57 sampe 7:40.
Referensi dan liat foto-fotonya: Inside Kyoto, Ryoan Wanderings, ngopibarengid, Sushi Sandwich, Deep Kyoto, Medium - Yin-Le Wang
VOLTASINEMA
“Meet, Greet & Bye”
Sutradara: Cathy Garcia-Sampana | Pemeran: Piolo Pascual, Joshua Garcia, Belle Mariano | Produksi: ABS-CBN Film Productions | Tahun: 2025 | Negara: Filipina | Bahasa: Filipino | Genre: drama | Durasi: 107 menit
Tentang persatuan empat bersaudara Facundo yang diuji pas ibu mereka sakit kanker lagi dan kini lebih parah. Sebagai anak, pastinya mereka nggak pengin ditinggal pergi sama ibu mereka.
Salah satu anak maksa ibunya supaya kemo, tapi sang ibu nolak dan lebih milih pasrah aja. Alhasil, masing-masing mikir metode pengobatan apa yang pas buat ibu mereka.
By the way, si ibu tuh ternyata fans berat aktor Korea Park Seo-joon. Kebetulan aktor K-drama itu mau ngadain meet & greet di Filipina. Nah, si ibu bikin perjanjian mau dikemo asal bisa ketemu sama aktor pujaannya.
“Hamnet”
Sutradara: Chloé Zhao | Pemeran: Jessie Buckley, Paul Mescal, Emily Watson | Produksi: Hera Pictures, Neal Street Productions, Amblin Entertainment | Tahun: 2025 | Negara: Inggris, Amerika Serikat | Bahasa: Inggris | Genre: drama | Durasi: 126 menit
Film tentang kehidupan pasutri sastrawan besar Inggris William Shakespeare dan Agnes (atau Anne Hathaway) dari pov Agnes. Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya Maggie O’Farrell.
Ceritanya William sibuk dengan kerjaannya di London, jadi Agnes hidup di desa sama anak-anak mereka. Suatu waktu, anak laki-laki mereka yang namanya Hamnet sakit keras. Sayangnya anak itu nggak bisa bertahan dan meninggal.
Pasca kematian putra mereka, William dan Agnes berjuang buat mengatasi rasa duka yang dalam. Peristiwa itu menginspirasi William bikin cerita yang judulnya “Hamlet”.
Seluruh konten tulisan di nawala ini ditulis oleh Todd SofaVolta, tidak di-generate oleh aplikasi AI manapun.
Dilarang menyalin atau mengambil konten nawala SofaVolta baik sebagian ataupun keseluruhan untuk keperluan apapun.
Sampaikan kritik dan saran membangun ke: surat.sofavolta@gmail.com atau DM ke akun X @sofavolta.
SofaVolta juga eksis di Medium, Bluesky, Instagram dan channel Telegram Sofavolta.




