SofaVolta 100, 31 Maret 2026
Rilis Tiap Selasa | Spesial HUT ke-2 | "Kekuatan sejati nggak berasal dari kemampuan fisik, melainkan dari tekad yang kuat." (Mahatma Gandhi, Bapak Bangsa India)
Menu SofaVolta 100, 31 Maret 2026:
VOLTAVARIA: Surat Terbuka Buat Pembaca Nawala SofaVolta
VOLTARAGA: Kalo Karyawan Sejahtera, Perusahaan Juga Bakal Sejahtera
VOLTAKUBIKA: Cerita Kecil di Dunia Kerja
VOLTASINEMA: “The Upside”, “Perfect Days”, “Little Forest” (리틀 포레스트)
VOLTAVARIA
Surat Terbuka Buat Pembaca Nawala SofaVolta
Halo gaess... Nggak terasa nawala/newsletter SofaVolta udah edisi yang ke-100 aja. Yang spesial, edisi ini nyaris bertepatan sama HUT ke-2 nawala SofaVolta lho...
Terima kasih buat para readers yang udah baca nawala ini. Tanpa kalian, nawala SofaVolta nggak bakalan sampe sejauh ini. (peluk jauh...)
Fyi, nawala SofaVolta edisi perdana alias SofaVolta 1 rilis 2 April 2024 lalu gaess. Sejak itu konsisten hadir tiap hari Selasa. Lebih tepatnya: diusahain sekuat tenaga dengan tekad bulat mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan supaya rilis on time tiap Selasa. Wkwkwk....
Baru dua taun sih tapi jatuh bangunnya serasa bertaun-taun. Ada aja tantangan yang mesti diadepin. Tapi syukurlah semuanya under control. Berkat semangat yang masih tebel meski kantong nggak tebel. Wkwkwk...
Baiklah, newsletter SofaVolta selalu sharing info berfaedah buat pembaca muda, kalo di era sekarang ini ya Gen Z dan Gen Y. Tapi gen-gen di atasnya yang berjiwa muda boleh baca juga kok.
Sedari awal, newsletter SofaVolta tuh punya niat pengin nge-share tulisan-tulisan pendek yang berfaedah dan inspiratif tentang self-development dan personal growth buat pembacanya. Tone-nya santai, nggak menggurui, dan nggak bikin kepala pusing. SofaVolta bisa dibaca dari mana aja as long as gadget kamu kehubung internet.
Tentang nama SofaVolta, dijelasin lagi yaa gaess. Sofa kan tempat duduk yang empuk, nyaman, dan nggak formal meski biasanya ada di ruang tamu. Maksudnya konten tulisan SofaVolta tuh bisa dinikmati dengan rileks, tanpa tekanan gitu.
Volta dalam bahasa Italia artinya putaran atau perubahan arah. Dalam konteks karya soneta, volta tuh momen ketika suatu sajak berbelok pas ada insight yang muncul. Misal nih, delapan baris pertama atau dua kuartet pertama mengandung pertanyaan tentang cinta, alam, waktu, atau lainnya.
Nah volta ada di baris kesembilan sebagai jembatan ke jawaban yang ada di baris berikutnya sampai baris ke-14. Gitu... Jadi alurnya kek gini gaess: pertanyaan/masalah - volta - jawaban.
Kata volta juga diambil dari satuan volt atau voltage dalam kelistrikan (yang diambil dari nama ilmuwan dan penemu Italia bernama Alessandro Volta) buat ngukur tegangan listrik. Jadi makna Volta tuh spark atau percikan atau letupan insight yang terkandung dalam tulisan-tulisan di SofaVolta.
Jadi, SofaVolta tuh bacaan yang punya kekuatan untuk nggerakin ataupun menginspirasi pembacanya meski bacanya sambil duduk-duduk ataupun rebahan di sofa. Setelah baca SofaVolta, ada semacem transformasi supaya jadi lebih baik lagi tapi prosesnya tuh pelan-pelan. Makanya bacanya rutin tiap Selasa ya gaess..
Oya gaess, SofaVolta selalu kasi tau kalo seluruh konten tulisannya ditulis sendiri sama Todd SofaVolta. Jadi murni tulisan manusia ya gaess, nggak dibuat oleh AI. Kalian boleh cek deh pake AI checker/detector apapun, pasti hasilnya ditulis sama human.
Karena buatan human, konten tulisannya lebih mentingin storytelling yang friendly. Tulisan-tulisan di SofaVolta enak dibaca oleh siapa aja khususnya para pemuda dan pemudi. Wkwkwk...
Seperti yang lain, SofaVolta pengin dikenal lebih luas lagi. Di tahun kedua, readerships-nya udah alhamdulillah gaess. Nah di tahun ketiga ini harapannya ada lebih banyak orang muda kenal SofaVolta.
Alright, nggak usah banyak cingcong, yok kita bareng-bareng ngeluarin semangat dan optimisme kita buat ngejar mimpi-mimpi, cita-cita, ataupun harapan-harapan kita dengan cara masing-masing. Seperti kata filsuf Tiongkok Kuno Lao Tzu: “Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah.”
Syaratnya, melangkahnya penuh percaya diri sambil menatap ke depan. Boleh sebentar ngeliat ke belakang tapi cepet-cepet balik ke arah depan karena fokusnya ke sana yaa gaess.
By the way, Ada satu lagu yang pas banget buat kita para pejuang masa depan. Ini lagu Indonesia jadul yang rilis di tahun 1980an yang dinyanyiin oleh mama Vina Panduwinata. Meski udah lama banget, lirik lagunya masih relevan di era kekinian.
VOLTARAGA
Kalo Karyawan Sejahtera, Perusahaan Juga Bakal Sejahtera
Ada artikel menarik di situs Built In nih gaess, tentang daftar perusahaan yang punya wellness program di Amerika. Program ini tujuannya buat ningkatin kesejahteraan karyawan yang scopes-nya keseimbangan fisik, mental, dan emosi.
Daftarnya bikin excited gaess, ada 58 perusahaan yang punya program wellness. That’s such good news. Perusahaan-perusahaan itu antara lain: Adobe, Palo Alto Networks, Mondelez International, Squarespace, dan Jasper.
Apa aja sih yang ada di dalam program mereka? Perusahaan-perusahaan itu punya pendekatan campuran supaya karyawannya sejahtera. Di aspek mental health support misalnya, perusahaan nyediain akses ke aplikasi-aplikasi konseling ataupun life coaching gaess.
Untuk kesehatan fisik ada pemeriksaan kesehatan buat ngukur kesehatan fisik. Bisa dibilang ini medical check up gitu gaess buat tau kondisi fisik terkini. Supaya tubuh fit, perusahaan nyediain fasilitas olahraga modern ataupun membership di pusat-pusat kebugaran.
Nggak cuma itu gaess, ada item tentang financial wellness. Termasuk di item ini misalnya tunjangan tertentu yang ngebantu kehidupan karyawan. Selain itu ada sesi tentang edukasi keuangan ataupun konseling finansial yang bisa ngebantu karyawan meminimalisir stres finansial.
Work-life balance juga masuk dalam program wellness. Jam kerja fleksibel ataupun kerja remote WFA/WFH bagus buat mencegah karyawan ngalamin burn out. Kerja di perusahaan seperti ini bisa pulang teng go tanpa ngerasa bersalah.
Masih ada lagi gaess program yang dilakuin sejumlah perusahaan, yaitu tentang community and culture. Termasuk di sini antara lain inklusivitas yang bisa nguatin team bonding, juga kegiatan employee engagement seperti kegiatan olahraga, volunteer days dan lain-lain.
Masing-masing perusahaan mungkin punya cara yang beda-beda tapi tujuannya sama, yaitu supaya karyawan lebih sejahtera. Secara nggak langsung, kalo karyawannya sejahtera maka perusahaan juga akan sejahtera. Ini kek hukum sebab-akibat gitu gaes...
Moga-moga perusahaan lain segera nyusul ya gaess. Gimana-gimana, karyawan tuh aset perusahaan. Kalo perusahaan ingin makmur ya sejahterain dulu karyawannya. Tul nggak gaess?
Referensi: 58 Companies With Wellness Programs
VOLTAKUBIKA
Cerita Kecil di Dunia Kerja
Gaess, aku kira kerja di tempat kerja formal tuh sebatas ngerjain kerjaan sesuai jobdes aja setiap hari. Ternyata selain itu ada hal-hal lain yang nggak pernah dijelasin kakak-kakak senior, teman hang-out, ataupun dibahas di artikel-artikel dan channel medsos tentang karier.
Tentang kerjaan sebenarnya bukan problem sih, bisa dibilang aku udah ahli lah di situ. Tapi nyatanya “bekerja” tuh nggak melulu tentang kerja keras, kerja lebih lama, ataupun lebih disiplin.
Karena di kerjaanku juga melayani users atau klien, scope kerjaanku nggak mulu tentang ‘tasks that must be completed’ tapi juga ‘tasks to ensure client satisfaction’ dimana itu jadi tantangan tersendiri. Jadi penilaian tentang hasil kerjaku nggak dateng dari superior doang, tapi juga dari clients.
Aku memulai hari dengan bangun pagi-pagi dan ngelakuin aktivitas seperti orang lain pada umumnya. By the way, aku ngeliat weekdays tuh hari dimana kita lebih terikat waktu yang mesti kita manage dengan baik, sedangkan weekend dimana waktu serasa melambat. Jadi aku bisa memulai hari lebih siang daripada hari-hari lainnya.
Sampai tempat kerja, kopi jadi ritual sehari-hari sambil cek dan respon email-email penting dan agenda meeting. Sambil menyesap kopi, sesekali nimpalin obrolan kecil sama temen-temen kerja sebelum memulai hari yang sangat sibuk.
Aktivitas sosial di pagi hari seperti itu penting gaess, karena bisa ngubah mood kita jadi lebih positif. Apalagi kalo ada temen yang kocak, wehhhh jadi lebih semangat kerja. Di tengah-tengah itu bisa sambil buka medsos biar nggak kudet sama isu-isu terkini.
Aplikasi tasks list jadi temanku sehari-hari dimana aku list semua kerjaan, janjian, meeting, dan lain-lain di hari itu. Dulu aku pernah pakai secarik kertas tapi ternyata gampang kececer, pas butuh catetannya malah nggak ketemu.
Terus aku pake buku, tapi ngerasa kurang praktis kalo dibawa kesana kemari. Tapi jujurly sebenernya lebih enak pake buku catatan gaess. Kita bisa buka-buka history ataupun hal-hal penting cukup dengan membolak-balik halaman buku.
Pas ditelpon, aku bisa sambil catet hal-hal penting di buku itu juga. Rasanya lebih nyaman gini daripada harus ngetik di laptop atau layar hape.
Apapun metodenya, bikin catatan seperti itu banyak faedahnya gaess. Semua hal yang mau kita lakuin jadi terorganisir dan ngebantu ingatan lebih akurat khususnya di detail-detail kecil. Kalo kamu tim yang mana?
Lanjut, tentang email ataupun message yang urgent. Ini semacam momok kerjaan sehari-hari, pendistraksi paling agung, pengubah mood yang datang tanpa permisi. Wkwkwk... Pas kita lagi fokus di kerjaan, eeh tiba-tiba nongol tuh emailnya.
Kalo udah dapet email urgent seperti itu artinya top priority, kerjaan yang sedang dilakuin harus pending. Bentuknya bisa macem-macem gaess, misalnya komplain dari clients, revisi proyek, request dadakan dari manajemen, atau mungkin laporan error di sistem yang harus segera ditanganin.
Apalagi kalo ada audit, wahhh bisa seharian tuh fokus support audit doang saking top priority-nya. Mana audit nggak sehari dua hari yekann?
Kalo aku tadi bilang aku mencatat semua hal di buku agendaku, artinya semuanya ya gaess. Termasuk komplain dari users, instruksi dari superior, manajer divisi lain, directive tim HR, ataupun staf lain. Kalo itu penting banget dan ngaruh di kerjaan tim, nggak jarang aku salin ke draft email yang nanti aku kirim ke orang-orang terkait.
Ini bukan karena kurang kerjaan, tapi tentang mendokumentasikan sesuatu. Kalau ada sesuatu hal, itu bisa jadi semacam tameng buat meminimalisir risiko disalahin atas suatu komplain ataupun issue tertentu.
Bisa juga dengan record pake hape supaya lebih akurat. Poinnya adalah mencatat semua hal penting ya gaess...
Skip skip... Sampailah di penghujung hari yang biasanya udah sore kan. Selesai nggak selesai mesti brenti gaess karena kondisi mind, body and soul kita udah kurang kondusif menjelang jam pulang kerja.
Untuk kerjaan yang done, biasanya aku kasi tanda check di buku atau tap item buat dicoret yang artinya statusnya done. Untuk kerjaan yang belum, aku akan kasi remark ataupun catatan follow up buat besoknya.
Tentang overtime, ini bisa instruksi dari superior atau karena target diri sendiri buat nyelesain kerjaan di hari itu juga. Di luar instruksi pak/bu bos, sebisa mungkin aku ngindarin lembur sih.
For your record, lembur tuh bikin capek banget gaess. Udah gitu banyak jeleknya di badan kita.
Jadi sebisa mungkin aku push kerjaan supaya bisa selesai semuanya menjelang jam pulang. Masalahnya, kerjaan nggak akan pernah selesai. Jadi ya kita manage aja gimana-gimananya.
Tapi emang sih ada waktu tertentu yang terpaksa harus overtime. Jam pulang standar jam 17.00, tapi aku pernah lembur sampai jam 19, 20, bahkan pernah juga sampai jam 12 tengah malem. Stay di kantor selama beberapa hari juga pernah gegara ngejar target deadline dari client. Pulang-pulang kek zombie dong saking capeknya. Wkwkwk...
Jadi inget dokter-dokter residen di sebuah RSUD yang bisa nggak pulang berhari-hari gaess. Apalagi yang scope-nya bedah, pasien tuh kek nggak benti-brenti gaess. Bahkan ada tuh residen yang sebenarnya dia waktunya off, tapi karena ada kasus tertentu dia wajib dateng ke RS. Capeknya kek gimana coba?
Yahh namanya kerja, ada konsekuensi yang mesti dijalanin gaess. Tul nggak? Tiap profesi atau kerjaan selalu ada konsekuensinya.
Nelayan misalnya, berangkat malem-malem buat ngejaring ikan jadinya mereka kurang tidur malam dan harus tahan dingin laut. Guru nyiapin materi dan mengajar, konsekuensinya sering bawa kerjaan pulang (misalnya menilai tugas siswa-siswanya) sehingga waktu pribadinya berkurang. Begitu pula jurnalis yang punya jam kerja nggak menentu dan sering ngadepin situasi berbahaya.
At the end of the day, semuanya balik ke mindset kita yaa gaess. Kalo kita punya mindset positif dalam bekerja, maka semua kerjaan di kantor bisa dilakuin dengan profesional, seefektif dan seefisien mungkin. Bahkan pas harus multitasking, semuanya tetap terkendali karena bisa me-manage dengan baik.
Kalo kita punya mindset yang tepat, tantangan nggak lagi jadi hambatan, malah jadi peluang untuk berkembang. Kerjaan lebih produktif, kerja sama makin solid, dan hasil kerja makin presisi.
VOLTASINEMA
“The Upside”
Sutradara: Neil Burger | Pemeran: Kevin Hart, Bryan Cranston, Nicole Kidman | Produksi: Escape Artists | Tahun: 2017 | Negara: Amerika Serikat | Bahasa: Inggris | Genre: drama, komedi | Durasi: 126 menit
Gaess, sebuah persahabatan kadang muncul di situasi yang nggak terduga. Seperti dua karakter bernama Dell dan Philip di film ini.
Dell mantan napi yang baru bebas, yang nggak sengaja dapet kerjaan jadi caregiver seorang crazy rich bernama Philip. Kondisi fisik Philip lumpuh total (quadriplegic), bikin Philip ngerasa males ngejalanin hidup.
Awalnya mereka nggak cocok, yaa karena latar belakang kehidupan mereka yang beda banget. Tapi lama-lama mereka bisa bangun chemistry, Dell bisa nyemangatin Philip buat ngejalanin hidup. Nah Philip juga bantu Dell buat ngonekin hubungannya sama mantan istri dan anaknya.
“Perfect Days”
Sutradara: Wim Wenders | Pemeran: Kôji Yakusho, Tokio Emoto, Arisa Nakano | Produksi: Master Mind, Spoon, Wenders Images | Tahun: 2023 | Negara: Jepang, Jerman | Bahasa: Jepang | Genre: drama | Durasi: 124 menit
Plot film ini menarik gaess, tentang kegiatan sehari-hari seorang pegawai cleaning service khusus toilet umum di Tokyo. Pria bernama Hirayama itu sosok pekerja keras, penikmat musik lawas, dan pembaca buku bernas.
Rutinitas hariannya selama weekdays selalu sama. Orang lain mungkin mikir hidupnya monoton, tapi Hirayama sangat menikmati kegiatannya hari-hari. Weekend adalah me time yang nggak bisa diganggu gugat dimana dia akan healing ke tempat-tempat yang dia mau.
Pria dewasa seumuran dia mungkin udah jadi, minimal penyelia, atau direktur utama, atau mungkin pengusaha kaya raya. Tapi sosok Hirayama emang beda. Dia sangat menikmati hidupnya walau jadi pria biasa yang nggak punya apa-apa.
Sebenarnya hidupnya nggak yang papa juga. Mindset dia tentang harta tuh bukan rumah mewah dan seisinya atau mobil mewah yang mengantarnya kemana aja. Harta paling berharga yang dia punya adalah koleksi buku dan musiknya, serta waktu yang bikin dia bisa ngejalanin hidup secara lebih bermakna.
“Little Forest” (리틀 포레스트)
Sutradara: Yim Soon-rye | Pemeran: Kim Tae-ri, Ryu Jun-yeol, Moon So-ri | Produksi: Watermelon Pictures | Tahun: 2018 | Negara: Korea Selatan | Bahasa: Korea | Genre: drama | Durasi: 103 menit
Ibukota nggak selalu jadi tempat yang nyaman buat seseorang. Ngerasa hidupnya nggak sesuai ekspektasi dirinya dan orang lain, Hye-won mutusin pindah ke rumah masa kecilnya di desa.
Tapi dia nggak nemuin siapa-siapa di sana, rumahnya lama kosong karena emaknya sudah tiada. Dia malah ketemu lagi sama temen-temen masa kecilnya, Jae-ha dan Eun-sook, yang sedari dulu nggak pernah merantau seperti dirinya.
Hye-won perlu waktu buat adaptasi sama ritme kehidupan pedesaan yang beda jauh sama kota yang super sibuk. Tapi lama-lama dia jadi terbiasa ngejalanin slow living di situ. Ia ngerasa keputusannya pindah ke desa tuh keputusan yang paling bener.
Seluruh konten tulisan di nawala ini ditulis oleh Todd SofaVolta, penulis dan knowledge curator yang fokus di area self development dan personal growth.
Seluruh konten teks di nawala ini tidak di-generate oleh aplikasi AI manapun.
Dilarang menyalin atau mengambil konten nawala SofaVolta baik sebagian ataupun keseluruhan untuk keperluan apapun.
Screenshot dan materi visual di nawala ini hanya digunakan sebagai ilustrasi non-komersial. Hak cipta tetap milik pemilik asli.
Sampaikan kritik dan saran membangun ke: surat.sofavolta@gmail.com atau DM ke akun X @sofavolta.
SofaVolta juga eksis di Medium, Bluesky, Thread, Instagram, juga di channel Whatsapp dan Telegram Sofavolta.



